Sabtu, 06 April 2013

Sejarah Nabi Muhammad Saw. Lengkap

Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW
Lengkap.

Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir
yang di utus ke muka bumi ini. Setelah nabi
Muhammad SAW tidak ada nabi lagi setelahnya.
Nabi Muhammad SAW adalah panutan atau teladan
bagi umat Islam. Tanpa jasa dan usahanya mungkin
sampai saat ini kita tidak akan pernah memeluk
agama Islam. Berikut ini sekelumit kisahnya yang
harus kita ketahui:
1. Masa Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan
Kebiasaan Masyarakat Jahiliyah
Pada masa kelahiran Nabi Muhammad SAW terdapat
kejadian yang luar biasa yaitu ada serombongan
pasukan Gajah yang dipimpin Raja Abrahah
(Gubernur kerajaan Habsyi di Yaman) hendak
menghancurkan Kakbah karena negeri Makkah
semakin ramai dan bangsa Quraisy semakin
terhormat dan setiap tahunnya selalu padat umat
manusia untuk haji. Ini membuat Abrahah iri dan
Abrahah berusaha membelokkan umat manusia agar
tidak lagi ke Makkah. Abrahah mendirikan gereja
besar di Shan’a yang bernama Al-Qulles. Namun tak
seorang pun mau datang ke gereja Al Qulles itu.
Abrahah marah besar dan akhirnya mengerahkan
tentara bergajah untuk menyerang Kakbah. Didekat
Makkah pasukan bergajah merampas harta benda
penduduk termasuk 100 ekor Unta Abdul Muthalib
Dengan tak disangka Abdul Munthalib kedatangan
utusan Abrahah supaya menghadap ke Abrahah. Yang
pada akhirnya Abdul Munthalib meminta Untanya
untuk dikembalikan dan bersedia mengungsi bersama
penduduk dan Abdul Munthalib berdo’a kepada Allah
supaya Kakbah diselamatkan.
Keadaan kota Makkah sepi tentara Abrahah dengan
leluasa masuk Makkah dan siap untuk
menghancurkan Kakbah. Allah SWT mengutus burung
Ababil untuk membawa kerikil Sijjil dengan paruhnya.
Kerikil itu dijatuhkan tepat mengenai kepala masing-
masing pasukan bergajah tersebut hingga tembus ke
badan sampai mati. Peristiwa ini diabadikan dalam
Al-Qur’an surat Al Fiil ayat 1-5. (QS 105 :1-5).
Pasukan bergajah hancur lebur mendapat adzab dari
Allah SWT.
Pada masa itu lahir bayi yang diberi nama
Muhammad dari kandungan ibu Aminah dan yang
ber-ayahkan Abdullah. Muhammad lahir sudah yatim
karena saat nabi Muhammad SAW masih dalam
kandungan ayahnya sudah meninggal dunia. Nabi
Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabiul
Awal tahun Gajah dan bertepatan tanggal 22 April
571 M.
2. Kebiasaan Masyarakat Jahiliyah
Pada zaman kelahiran nabi Muhammad SAW
masyarakat Makkah mempunyai kebiasaan jahiliyah
yaitu kebiasaan menyembah patung atau berhala.
Jahiliyah artinya zaman kebodohan. Yang disembah
bukan Allah tetapi patung atau berhala dan
kebiasaannya sangat buruk yaitu mabuk, berjudi,
maksiat dan merendahkan derajat wanita. Mereka
hidup berpindah-pindah dan terpecah dalam suku-
suku yang disebut kabilah. Hidup serba bebas tidak
ada aturan dalam bermasyarakat. Sehingga
kehidupan sangat kacau balau.
Nah, di saat kekacaubalauan masyarakat Makkah itu
lahir Nabi Muhammad SAW sebagai Rahmat bagi
seluruh alam.
3. Masa Kanak-Kanak Nabi Muhammad SAW hingga
Masa Kerasulannya
Kebiasaan di kalangan pemuka pada saat itu apabila
mempunyai bayi, maka bayi yang baru lahir itu
dititipkan kepada kaum ibu pedesaan. Dengan tujuan
agar dapat menghirup udara segar dan bersih serta
untuk menjaga kondisi tubuh ibunya agar tetap
sehat.
Menurut riwayat, setelah Muhammad dilahirkan
disusui oleh ibunya hanya beberapa hari saja,
Tsuaibah menyusui 3 hari setelah itu oleh Abdul
Munthalib disusukan kepada Halimah Sa’diyah istri
Haris dari kabilah Banu Saad.
Semenjak kecil Muhammad memiliki keistimewaan
yaitu badannya cepat besar, umur 5 bulan sudah
dapat berjalan dan umur 9 th sudah lancar berbicara
serta umur 2 th sudah menggembalakan kambing
dan wajahnya memancarkan cahaya.
Muhammad diasuh Halimah selama 6 th. Pada usia 4
th Muhammad didekati oleh malaikat Jibril dan
menelentangkannya lalu membelah dada dan
mengeluarkan hati serta segumpal darah dari dada
nabi Muhammad SAW lalu Jibril mencucinya
kemudian menata kembali ke tempatnya dan
Muhammad tetap dalam keadaan bugar.
Dengan adanya peristiwa pembelahan dada itu,
Halimah khawatir dan mengembalikan Muhammad
ke ibundanya. Pada usia 6 th nabi diajak Ibunya
untuk berziarah ke makam ayahnya di Yatsrib dengan
perlalanan 500 km. Dalam perjalanan pulang ke
Makkah Aminah sakit dan akhirnya meninggal di
Abwa yang terletak antara Makkah dan Madinah.
Nabi Muhammad lantas ditemani Ummu Aiman ke
Makkah dan diantarkan ke tempat kakeknya yaitu
Abdul Munthalib. Sejak itu Nabi menjadi yatim piyatu
tidak punya ayah dan ibu. Abdul Munthalib sangat
menyayangi cucunya ini (Muhammad) dan pada usia
8 th 2 bl 10 hari Abdul Munthalib wafat. Kemudian
Nabi diasuh oleh pamannya yang bernama Abu
Thalib.
Abu Thalib mengasuh menjaga nabi sampai umur
lebih dari 40 th. Pada usia 12 th nabi diajak Abu
Thalib berdagang ke Syam. Di tengah perjalanan
bertemu dengan pendeta Bahira. Untuk keselamatan
nabi Bahira meminta abu Thalib kembali ke Makkah.
Ketika Nabi berusia 15 th meletus perang Fijar antara
kabilah Quraisy bersama Kinanah dengan Qais Ailan.
Nabi ikut bergabung dalam perang ini dengan
mengumpulkan anak-anak panah buat paman-
paman beliau untuk dilemparkan kembali ke musuh.
Pada masa remajanya Nabi Muhammad biasa
menggembala Kambing dan pada usia 25 th
menjalankan barang dagangan milik Khadijah ke
Syam. Nabi Muhammad SAW dipercaya untuk
berdagang dan ditemani oleh Maisyarah. Dalam
berdagang nabi SAW jujur dan amanah serta
keuntungannya melimpah ruah.
Peristiwa tentang cara dagangnya nabi SAW itu
diceritakan Maisyarah ke Khadijah. Lantas Khadijah
tertarik dan mengutus Nufaisah Binti Mun-ya untuk
menemui Nabi agar mau menikah dengan Khadijah.
Setelah itu Nabi memusyawarahkan kepada
pamannya dan disetujuinya akhirnya Khadijah
menikah dengan Nabi Muhammad SAW dengan mas
kawin 20 ekor Onta Muda.
Usia Khadijah waktu itu 40 th dan Nabi Muhammad
SAW 25 th. Dalam perkawinannya Nabi dianugerahi 6
putra-putri yaitu Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayah,
Ummu Kulsum dan Fatimah. Semua anak laki-laki
nabi wafat waktu masih kecil dan anak
perempuannya yang masih hidup sampai nabi wafat
adalah Fatimah.
Masa Kerasulan Nabi Muhammad SAW
Pada usia 35 th lima tahun sebelum kenabian ada
suatu peristiwa yaitu Makkah dilanda banjir besar
hingga meluap ke baitul Haram yang dapat
meruntuhkan Kakbah. Dengan peristiwa itu orang-
orang Quraisy sepakat untuk memperbaiki Kakbah
dan yang menjadi arsitek adalah orang Romawi yang
bernama Baqum.
Ketika pembangunan sudah sampai di bagian Hajar
Aswad mereka saling berselisih tentang siapa yang
meletakkan hajar Aswad ditempat semula dan
perselisihan ini sampai 5 hari tanpa ada keputusan
dan bahkan hampir terjadi peretumpahan darah.
Akhirnya Abu Umayah menawarkan jalan keluar
siapa yang pertama kali masuk lewat pintu Masjid
itulah orang yang memimpin peletakan Hajar Aswad.
Semua pada sepakat dengan cara ini. Allah SWT
menghendaki ternyata yang pertama kali masuk pintu
masjid adalah Rasulullah SAW dan yang berhak
adalah Rasulullah.
Orang-orang Quraisy berkumpul untuk meletakkan
Hajar Aswad . Rasulullah meminta sehelai selendang
dan pemuka-pemuka kabilah supaya memegang
ujung-ujung selendang lalu mengangkatnya bersama-
sama. Setelah mendekati tempatnya Nabi mengambil
Hajar Aswad dan meletakkannya ke tempat semula
akhirnya legalah semua. Mereka pada berbisik dan
menjuluki “Al-Amin” yang artinya dapat dipercaya.
Nabi Muhammad SAW mempunyai kelebihan
dibanding dengan manusia biasa, beliau sebagai
orang yang unggul, pandai, terpelihara dari hal-hal
yang buruk, perkataannya lembut, akhlaknya utama,
sifatnya mulia, jujur terjaga jiwanya, terpuji
kebaikannya, paling baik amalnya, tepat janji, paling
bisa dipercaya sehingga mendapat julukan Al-Amin
dan beliau juga membawa bebannya sendiri,
memberi kepada orang miskin, menjamu tamu dan
menolong siapapun yang hendak menegakkan
kebenaran.
Pada saat Nabi Muhammad SAW hampir berusia 40
th kesukaannya mengasingkan diri dengan berbekal
Roti dan pergi ke Gua Hira di Jabal Nur. Rasulullah di
Gua Hira beribadah dan memikirkan keagungan
alam. Pada usia genap 40 th Nabi dianggkat menjadi
Rasul. Beliau menerima wahyu yang pertama di gua
Hira dengan perantaraan Malaikat jibril yaitu surat
Al-Alaq ayat 1-5.
Ketika Nabi berada di gua Hira datang malaikat Jibril
dan memeluk Nabi sambil berkata “Bacalah”. Jawab
Nabi “Aku tidak dapat membaca” Lantas Malaikat
memegangi dan merangkul Nabi hingga sesak
kemudian melepaskannya dan berkata lagi “Bacalah”.
Jawab Nabi”Aku tidak bisa membaca”. Lantas
Malaikat memegangi dan merangkulnya lagi sampai
ketiga kalinya sampai Nabi merasa sesak kemudian
melepasknnya. Lalu Nabi bersedia mengikutinya
(Surat Al-Alaq ayat 1-5). QS 96 : 1-5)
Rasulullah mengulang bacaan ini dengan hati yang
bergetar lalu pulang dan menemui Khadijah
(isterinya) untuk minta diselimutinya. Beliau
diselimuti hingga tidak lagi menggigil tapi khawatir
akan keadaan dirinya.
Khadijah menemui Waraqah bin Naufal dan
menceritakan kejadian yang dialami oleh Nabi.
Waraqah menanggapi “Maha suci, Maha suci, Dia
benar-benar nabi umat ini, katakanlah kepadanya,
agar dia berteguh hati.
4. Rasulullah Berdakwah
Rasulullah SAW di kala mengasingkan diri di Gua Hira
dengan perasaan cemas dan khawatir tiba-tiba
terdengan suara dari langit, beliau menengadah
tampak malaikat jibril. Beliau menggigil, ketakutan
dan pulang minta kepada isterinya untuk
menyelimutinya. Dalam keadaan berselimut itu
datang Jibril menyampaikan wahyu yang ke dua yaitu
surat Al Muddatsir (QS 74 ayat 1-7).
Dengan turunnya wahyu ini Rasulullah SAW
mendapat tugas untuk menyiarkan agama Islam dan
mengajak umat manusia menyembah Allah SWT.
1). Menyiarkan Agama Islam Secara Sembunyi-
Sembunyi
Setelah Rasulullah SAW menerima wahyu kedua
mulailah beliau dakwah secara sembunyi-sembunyi
dengan mengajak keluarganya dan sahabat-sahabat
beliau seorang demi seorang masuk Islam.
Orang-orang yang pertama-tama masuk Islam
adalah:
a). Siti Khadijah (Istri Nabi SAW)
b). Ali Bin Abi Thalib (Paman Nabi SAW)
c). Zaid Bin Haritsah (Anak angkat Nabi SAW)
d). Abu Bakar Ash-Shidiq (Sahabat Dekat Nabi SAW)
Orang-orang yang masuk Islam dengan
perantaraan Abu Bakar Ash-Shidiq yaitu:
a). Utsman Bin Affan
b). Zubair Bin Awwam
c). Saad Bin Abi Waqqash
d). Abdurahman Bin Auf
e). Thalhah Bin “Ubaidillah
f). Abu Ubaidillah Bin Jarrah
g). Arqam Bin Abil Arqam
h). Fatimah Binti Khathab
Mereka itu diberi gelar “As-Saabiqunal Awwaluun”
Artinya orang-orang yang terdahulu dan yang
pertama-tama masuk Islam dan mendapat pelajaran
tentang Islam langsung dari Rasulullah SAW di rumah
Arqam Bin Abil Arqam.
2). Menyiarkan Agama Islam Secara Terang-
Terangan
Tiga tahun lamanya Rasulullah SAW dakwah secara
sembunyi sembunyi dari satu rumah ke rumah
lainnya. Kemudian turun surat Al Hijr: 94 (QS 15 ayat
94). Artinya”Maka sampaikanlah secara terang-
terangan segala apa yang telah diperintahkan
kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik
(QS Al Hijr : 15). Dengan turunnya ayat ini Rasulullah
SAW menyiarkan dakwah secara terang-terangan dan
meninggalkan cara sembunyi-sembunyi. Agama Islam
menjadi perhatian dan pembicaraan yang ramai
dikalangan masyarakat Makkah. Islam semakin
meluas dan pengikutnya semakin bertambah.
5. Bagaimana tanggapan orang-orang Quraisy?
Orang-orang quraisy marah dan melarang penyiaran
islam bahkan nyawa Rasul terancam. Nabi beserta
sahabatnya semakin kuat dan tangguh tantangan dan
hambatan dihadapi dengan tabah serta sabar
walaupun ejekan, cacian, olok-olokan dan tertawaan,
menjelek-jelekkan, melawan al-Qur’an dan
memberikan tawaran bergantian dalam
penyembahan.
Dakwah secara terangan ini walaupun banyak
tantangan banyak yang masuk Agama Islam dan
untuk penyiaran Islam Nabi SAW ke Habasyah
(Etiopia),Thaif, dan Yatsrib (Madinah). Sehingga Islam
meluas dan banyak pengikutnya.
Pada masa kerasulan Nabi Muhammad SAW th ke 10
pada saat “Amul Khuzni”artinya tahun duka cita yaitu
Abu Thalib (pamannya wafat) dan siti Khadijah (istri
nabi juga wafat) serta umat Islam pada sengsara.
Ditengah kesedihan ini Nabi Muhammad dijemput
oleh Malaikat Jibril untuk Isra’ Mi’raj yaitu sebuah
perjalanan dari masjidil Aqsha ke Masjidil Haram dan
dari Masjidil Haram menuju ke Sidratul Muntaha
untuk menghadap Allah SWT untuk menerima
perintah shalat lima waktu.
6. Rasulullah SAW sebagai Uswatun Hasanah
Uswatun Hasanah artinya teladan yang baik. Panutan
dan teladan umat Islam adalah Nabi Muhammad
SAW. seorang laki-laki pilihan Allah SWT yang diutus
untuk menyampaikan ajaran yang benar yaitu Agama
Islam. Oleh sebab itu, kita sebagai muslim harus
meniru dan mencontoh kepribadian beliau.
Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS Al Ahzab
ayat 21 yang berbunyi:
Artinya”Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah
SAW suri teladan yang baik bagimu bagi orang yang
mengharap rahmat Allah SWT dan hari kiamat dan
dia banyak menyebut Allah.(QS Al Ahzab:21).
Untuk dapat meneladani Rasulullah SAW harus
banyak belajar dari Al-Qur’an dan Al Hadits. Sebagai
salah satu contoh saja yaitu tentang kejujuran dan
amanah atau dapat dipercayanya nabi Muhammad
SAW.
7. Sifat Rasulullah SAW
Rasulullah SAW mempunyai sifat yang baik yaitu:
1). Siddiq
Siddiq artinya jujur dan sangat tidak mungkin
Rasulullah bersifat bohong (kidzib) Rasulullah sangat
jujur baik dalam pekerjaan maupun perkataannya.
Apa yang dikatakan dan disampaikan serta yang
diperbuat adalah benar dan tidak bohong. Karena
akhlak Rasulullah adalah cerminan dari perintah
Allah SWT.
2). Amanah
Amanah artinya dapat dipercaya. Sangat tidak
mungkin Rasulullah bersifat Khianat atau tidak dapat
dipercaya. Rasulullah tidak berbuat yang melanggar
aturan Allah SWT. Rasulullah taat kepada Allah SWT.
Dan dalam membawakan risalah sesuai dengan
petunjuk Allah SWT tidak mengadakan penghianatan
terhadap Allah SWT maupun kepada umatnya.
3). Tabligh
Tabligh artinya menyampaikan. Rasulullah sangat
tidak mungkin untuk menyembunyikan (kitman).
Setiap wahyu dari Allah disampaikan kepada umatnya
tidak ada yang ditutup- tutupi atau disembunyikan
walaupun yang disampaikan itu pahit dan
bertentangan dengan tradisi orang kafir. Rasulullah
menyampaikan risalah secara sempurna sesuai
dengan perintah Allah SWT.
4). Fathonah
Fathonah artinya cerdas. Sangat tidak mungkin Rasul
bersifat baladah atau bodoh. Para Rasul semuanya
cerdas sehingga dapat menyampaikan wahyu yang
telah diterima dari Allah SWT. Rasul adalah manusia
pilihan Allah SWT maka sangat tidak mungkin Rasul
itu bodoh. Apabila bodoh bagaimana bisa
menyampaikan wahyu Allah.
8. Haji Wada’ Rasulullah SAW
Pada tahun 10 H, nabi Muhammad SAW
melaksanakan haji yang terakhir yautu haji wada’.
Sekitar 100 ribu jamaah yang turut serta dalam
ibadah haji bersama beliau. Pada saat wukuf di
arafah Nabi SAW menyampaikan khutbahnya
dihadapan umatnya yaitu yang berisi pelarangan
melaksanakan penumpahan darah kecuali dengan
cara yang benar, melarang mengambil harta orang
lain dengan cara yang tidak benar, melarang makan
makanan yang riba dan menganiaya, hamba sahaya
harus diperlakukan dengan baik, dan umatnya
supaya berpegang teguh dengan Al Qur’an dan sunah
Nabi SAW.
Dalam surat Al Maidah ayat 3 telah diungkapkan
bahwa:
Artinya: “ Pada hari ini telah Aku sempurnakan
untukmu agamamu, dan sungguh telah Aku
cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai
Islam sebagai agamamu.” (Q.S. Al Maidah (5) : 3).
Ayat ini menjelaskan bahwa dakwah nabi Muhammad
SAW telah sempurna. Nabi Muhammad SAW dakwah
selama 23 tahun. Pada suatu hari beliau merasa
kurang enak badan, badan beliau semakin tambah
melemah, beliau menunjuk Abu Bakar sebagai imam
pengganti beliau dalam shalat. Pada tanggal 12
Rabiul Awwal tahun 11 Hijriyah beliu wafat dalam
usia 63 tahun.
B. Nabi Muhammad SAW Rahmatan Lil ‘Alamin
Nabi Muhammad SAW adalah nabi akhiruzzaman
yaitu nabi yang terakhir di dunia ini. Maka setelah
nabi Muhammad Saw tidak ada nabi lagi di dunia ini.
Allah SWT mengutus nabi Muhammad SAW sebagai
rahmatan lil ‘Alamin yaitu untuk semua manusia dan
bangsa. Nabi Muhammad Saw diutus untuk
memberikan bimbingan kepada manusia agar
menjalani hidup yang benar sehingga dapat
memperoleh kebahagiaan di dunia maupun di
akherat.
Misi Nabi Muhammad SAW
Misi yang dibawa nabi Muhammad SAW adalah
cerminan atau panutan bagi seluruh umat manusia
yaitu sebagai berikut:
a. Menyiarkan agama Islam
Islam disiarkan atau didakwahkan Rasulullah SAW
secara sempurna terhadap umat manusia yaitu
selama 23 tahun.
b. Menyampaikan wahyu Allah SWT
Wahyu Allah SWT yaitu berupa Al Qur’an. Al Qur’an
ini di dakwahkan kepada umat manusia dan bangsa
sebagai pedoman hidup.
c. Menyampaikan kabar gembira dan peringatan
kepada umat manusia
d. Menyempurnakan akhlak yaitu akhlak Qurani
Misi nabi Muhammad SAW tidak hanya dikalangan
kaum tertentu saja akan tetapi Rasulullah SAW diutus
untuk seluruh kaum dan bangsa dan ajarannya
berlaku untuk seluruh umat manusia sepanjang
masa. Dari berbagai sumber